Selasa, 24 Januari 2012

kuatkan aqidah kita


Jama’ah shalat jum’at rohimakumullah
Marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan, salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan adalah nikmat iman dan taqwa, yang masih melekat erat dalam diri-diri kita. Sungguh kita akan sangat merugi andai nimat iman ini Allah cabut dalam diri kita, maka marilah kita syukuri dengan lebih meningkatkan dan meningkatkan lagi ketaatan dan ketaqwaan kita pada Allah. Kita syukuri dengan lebih mendekatkan diri kita kepada Allah.
Jama’ah shalat jum’at yang dirahmati oleh Allah
Marilah kita senantiasa menjaga aqidah diri kita dan aqidah keluarga kita, jangan sampai aqidah yang sudah tertanam dalam jiwa kita tergadaikan apalagi hanya karena harta atau dunia. Ada sebuah cerita menarik, Ketika saya dan beberapa teman ditugaskan ke daerah gunung kidul yang daerah itu sangat terpencil, saya sangat kaget setelah sampai disana, kenapa? Ternyata disana hampir seluruh masyarakatnya memelihara anjing. Dan ketika saya mau shalat ternyata disana tidak ada masjid, hanya sebuah mushala kecil yang sangat kotor ditambah lagi saya harus menimba air dulu jika mau wudhu.  Dan yang lebih mengagetkan kami ketika itu adalah disana dibangun gereja yang sangat megah dan mewah. Maka ketika saya selesai shalat pertama kali di sana, saya bertanya pada imam mushala yang sekaligus menjadi muadzin juga, berapakah jumlah KK disini dan berapa orang Islamnya? Pak imam itu menjawab jumlah KK disini ada 85 kk (+ 200 orang) dan dulu semua Islam tapi sekarang hanya tinggal 20 orang saja yang Islam. Naudzubillah tsumma naudzubillah. 
Ini adalah sebuah crita nyata yang saya alami sendiri, setelah saya Tanya-tanya kenapa mereka berubah aqidah dan agama mereka, ternyata mereka awal mula hanya dikasih makanan setelah itu dijanjikan harta oleh misionaris(orang Kristen), dan akhirnya mereka berubah aqidah. aqidah yang terbelikan hanya karena harta.
Allah berfirman dalam al-qur’an surat Al-baqoroh ayat 120
…………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………………………………
Al-imran ayat 19
………………………………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
Allah berfirman dalam surat al-imran ayat 85
…………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………………
Jama’ah shalat jum’at rohimakumullah
Ternyata kejadian-kejadian seperti di atas tidak hanya Cuma di satu desa saja, di gunung kidul itu banyak sekali desa-desa yang sudah dimasuki misionaris untuk mengkristenkan orang-orang islam dengan cara-cara sebagai lembaga social, pemberi bantuan Cuma-Cuma dan sebagainya. Dan ternyata menurut pemantauan target misionaris selanjutnya adalah di magelang dan jawa tengah. Maka marilah kita senantiasa waspada dan hati-hati dalam menerima apapun.
Allah berfirman:
Yaa-ayyuhalladzina’amanuu,kuuu angfusakum waahlikum naaroo (al-an’am ayat 6)
Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.
Jama’ah shalat jum’at rohimakumullah
Dengan kejadian di atas marilah kita kuatkan lagi aqidah-aqidah kita, aqidah yang kita yakini kebenarannya, kita jaga anak-anak kita, kita jaga keluarga-keluarga kita,kita jaga saudara-saudara kita, kita jaga generasi ini agar mereka tetap merasakan keindahan agama islam dan kemulyaan agama Islam, dengan apa? Tentu saja dengan penanaman agama sejak sedini mungkin, kita sekolahkan anak-anak kita ke sekolah yang memberikan porsi pendidikan agama lebih tinggi dari mata pelajaran yang lain, yang menjadikan karakter atau akhlaq sebagai penilaian mereka atau kita masukkan anak-anak kita ke pondok pesantren, dan kita giatkan lagi TPA-TPA dan pengajian-pengajian yang selama ini sudah tidak aktif lagi. Akhirnya semoga kita masih merasakan manisnya iman sampai ajal menjemput kita.  Dan semoga anak cucu kita juga masih tergolong sebagai umatnya Muhammad SAW, yang menjadikan al-qur’an dan sunnah sebagai pedoman mereka.
Jama’ah shalat jum’ah rohimakumullah wa adakumullah
Allah berfirman dalam al-qur’an
Alyauma akmaltu lakum dinakum wa atmamtu ‘alaikum ni’mati warodhitu lakumul islaamadiinaa (al-maidah ayat 3)
Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah kuridhoi islam itu menjadi agama bagimu.

Rabu, 12 Oktober 2011

BERIMAN KEPADA AL-QUR'AN

Jama’ah shalat jum’at rohimakumullah
Segala puji hanya milik Allah, dialah Allah yang maha rohman dan maha rohim, dialah satu – satunya Robb yang wajib kita sembah, dialah sang izzati yang mampu membolak-balikan hati-hati kita, dialah al-azis yang tidak membutuhkan siapapun, jika semua makhluqnya beriman, ia tidak bertambah kemulyaannya karena ia yang maha mulia dan jika semua makhluqnya ingkar, ia juga tidak berkurang kemulyaannya, karena kemulyaannya tidak bergantung pada makhluqnya,,,
Jama’ah shalat jum’ah rohimakumullah
Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT salah satunya adalah dengan terus belajar dan terus belajar mengembangkan ilmu kita khususnya dalam bidang agama, jangan merasa bahwa kita adalah yang paling benar dan tidak mau menerima kebenaran dari orang lain tapi marilah kita terus dan teruslah mencari kebenaran itu dengan jalan mendalami ilmu-ilmu yang sudah kita miliki.
Jama’ah shalat jum’at rohimakumullah
Salah satu rukun iman yang sudah kita hafal mulai dari SD adalah iman kepada kitab-kitab Allah.
dan satu-satunya kitab Allah yang berlaku dan wajib menjadi pedoman kita sebagai umatnya Rosul Muhammad saw adalah kitab Al-Qur’an.
Maka pertanyaan awal dalam khutbah kali ini adalah sudahkah kita beriman kepada Al-qur’an? Jika kita mengaku sebagai umatnya Muhammad? dan ketika kita mengatakan sudah, Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana kita beriman kepada al-Qur’an?
Benarkah ketika kita mengatakan saya beriman kepada al-qur’an itu sudah cukup membuktikan bahwa kita beriman kepada al-qur’an?
Ini yang harus menjadi renungan bagi kita,,,
Padahal iman itu ada tiga unsur yang menyertainya yaitu menyakini di dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan,(tasdiqun bi qolbi, waikrorun bil lisan, wa amalun bil arkan)
Maka menurut Dr. Yusuf Qordhowi (seorang ulama’ dr mesir) beliau mengatakan ada sedikitnya 4 hal yang harus kita lakukan jika kita merasa dan mengatakan bahwa kita beriman kepada al-qur’an:
1.     Kita harus sering membacanya, karena ayat yang pertama kali turun dalam al-qur’an ini adalah iqro’ bismirobbikaladzi kholaq (bacalah dengan menyebut nama tuhanmu Sang kholiq (yg menciptakan)). Sudah kita targetkan berapa lembar kita membaca alqur’an dalam sehari? Dalam satu bulan berapa juz yang kita baca? Dalam satu tahun berapa kali kita hatam? Lebih banyak mana kita membaca Koran, komik, majalah dengan alqur’an? Benarkah kita sudah beriman kepada al-qur’an?
2.     Mentadaburinya, menterjemahkan artinya, membaca tafsir-tafsirnya,,,bagaimana alqur’an ini mampu menjadi pedoman bagi kita, mampu menjadi petunjuk bagi kita jika kita tidak tahu maksud yang kita baca, jika kita tidak paham apa yang kita lihat. Sesungguhanya alquran ini sudah sangat lengkap, buku terlengkap sedunia adalah alquran, mulai dari masalah ekonomi, sosial, politik, pendidikan, bahkan sampai berumah tanggapun ada di dalamnya, tapi bagaimana kita mampu mengetahuinya jika kita sudah tidak mau mempelajarinya? Ini yang harus menjadi instrospeksi diri kita,
3.     Mengamalkan apa yang ada di dalamnya, apa yang diperintahkan dalam al-qur’an maka wajib bagi kita mengerjakannya dan apa yang dilarang dari alqur’an maka wajib bagi kita untuk meninggalkannya.
4.     Adalah mengajarkannya,,mari kita didik anak-anak kita, kita jadikan generasi ini adalah generasi yang cinta dengan al-qur’an, generasi qur’ani. Kita galakan kembali pengajian-pengajian alquran, kita hidupkan lagi TPA TPA. Jangan sampai kita meninggalkan generasi-generasi yang lemah, generasi yang lupa dengan kitab sucinya, generasi yang tidak mampu membeca kitab suci agamanya.